Apa itu Ronin?
Ronin adalah kelas alumni di lembaga bimbel Nurul Fikri. Di Nurul Fikri tersedia kelas khusus untuk siswa alumni yang ingin mengejar materi selama satu tahun (bisa kurang dari itu). Ada dua jenis kelas Ronin, yaitu Ronin IPA dan Ronin IPS.
Nah, saya akan membahas khusus Ronin IPA. Untuk ceritanya, langsung saja simak uraian di bawah ini.
Awal masuk di kelas Ronin IPA hanya ada lima orang siswa saja, tapi seiring berjalannya waktu teman-teman baru berdatangan. Sebagian besar dari kami memiliki kasus yang tidak jauh berbeda, yaitu kurang siap secara materi dan latihan soal untuk menghadapi SBMPTN. Perlahan tapi pasti, tentor di NF (Nurul Fikri) mulai mengajari kami materi secara mendetail dan cara-cara praktis memecahkan soal SBMPTN yang awalnya terlihat sulit bagi saya secara pribadi. Banyak materi yang baru saya benar-benar kuasai setelah belajar di NF, para tentor juga memiliki pengetahuan ter-update mengenai materi pembelajaran yang tidak saya dapatkan di sekolah dulu, dan juga ada beberapa miskonsepsi materi saat sekolah dulu yang akhirnya dikoreksi di NF. Setiap harinya, setelah penyampaian materi kami disuguhkan Tes Harian. TH adalah latihan soal-soal masuk PTN baik itu tipe soal ujian mandiri maupun SBMPTN, terkadang juga ada soal buatan pihak NF yang terkesan "baru" dan sangat informatif. Selain TH, ada pula buku modul dari NF yang berisi ringkasan materi dan juga soal-soal latihan. Kita tidak perlu khawatir kekurangan latihan soal karena masih ada buku Problem Set (PS) yang berisi full soal-soal dari berbagai tipe soal masuk PTN. Baik modul maupun PS hanya berisi soal saja, PS memuat kunci jawaban tetapi keduanya tidak memuat pembahasan soal. Mengapa demikian? Pembahasan soal hanya bisa kita dapatkan ketika kita mau berkonsultasi dengan tentor. Hikmah yang saya dapatkan adalah kita harus berusaha lebih dan semua ilmu yang berharga pasti tidak didapat secara instan. NF mengajarkan kita untuk mandiri dan peka terhadap apa yang kita butuhkan. Untuk konsultasi dengan tentor kita perlu mengatur jadwal konsul dan "memesan"-nya lewat staff NF. Konsultasi ini gratis dan menurut saya benar-benar bermanfaat karena kita bisa belajar lebih intens dengan tentor. Kita bebas bertanya apa pun, apakah itu soal PS, modul, soal dari buku lain, materi di kelas yang belum paham, atau soal-soal lainnya. Saya pribadi sangat merasa terbantu dengan adanya konsul terjadwal ini. Berkat konsul ini pula nilai saya bisa naik saat tryout dan saya lebih mudah mengerjakan soal karena sering berlatih dan mengetahui konsep dasarnya.
Hal lain yang berkesan bagi saya saat belajar di NF adalah sistem penilaian tryout yang menggunakan sistem nilai nasional. Apa itu nilai nasional? Nilai nasional (NN) adalah konversi nilai dari banyaknya soal yang kita jawab saat tryout dikali dengan bobot soal tiap masing-masing soal (Tpa, matdas, bahasa, tkd saintek/soshum). Sistem ini sudah lama dipakai NF dan sistem ini pula yang sesungguhnya digunakan di SBMPTN (bahkan sejak zaman UMPTN, SPMB, atau sebelum SBMTPN), BUKAN Passing Grade. Dari mana saya tahu hal demikian? Silakan googling mengenai penilaian yang digunakan SBMPTN dan tesis Dr. S Toemin (termasuk panitia UMPTN kala itu). Karena terbiasa menggunakan sistem nilai nasional, saya cukup tidak terkejut saat sistem penilaian SBMPTN 2018 menggunakan sistem baru yang menilai dari segi bobot soal dan bukan lagi sistem minus. Terlebih, nilai nasional tiap siswa NF selalu di-ranking secara nasional (se-NF di seluruh Indonesia) sehingga kita tahu seberapa besar peluang kita untuk masuk di jurusan impian kita dengan mengetahui nilai nasional kita dan jumlah peminatnya (skala siswa NF se-Indondesia). Bagaimana caranya mengetahui NN kita? Setiap siswa NF akan memiliki akun SIA yang akan mencatat setiap nilai tryout kita, menyajikannya dengan grafik, dan menampilkan lulus tidaknya kita pada pilihan jurusan kita saat tryout. Selain itu, akun SIA juga berguna saat kita akan melakukan tryout online di NF saat program intensif.
Terlepas dari sistem penilaiannya, NF juga beberapa kali memunculkan variasi soal yang "baru" namun tetap standar SBMPTN di tryout. Latihan soal di PS juga sangat variatif, bahkan saya dapat mengerjakan soal yang benar-benar konsepnya mirip seperti salah satu soal di PS saat SBMPTN tahun ini, dan saya rasa materi itu tidak pernah ada di SMA atau pernah keluar di tryout dari luar NF.
Hal lain yang juga mengesankan saya saat belajar di NF adalah adanya kelas BIP (Bimbingan Info Pendidikan). Ini bukanlah BK di NF tapi lebih ke arah pemberian informasi seputar SBMPTN dan ujian masuk PTN lainnya. Materi BIP juga tidak semata-mata tentang info ujian, di dalam BIP ada pula materi-materi relijius yang bisa menambah semangat kita untuk belajar dan penyaranan jurusan berdasarkan MBPJ (Matriks Bantu Pemilihan Jurusan). Hanya di NF yang menyediakan kelas BIP ini.
Menjelang SBMPTN tiba, ada program Super Intensif (SI) yang akan mencampurkan siswa Ronin dengan siswa kelas PPLS (Siswa SMA). Pencampuran ini berguna untuk mengukur kemampuan kita (Ronin) dalam skala yang lebih besar. Jadwal SI sangatlah padat dan variasi soalnya semakin banyak. Kita juga akan mendapat buku PS baru saat menjalani SI. Bedanya, PS dan Tryout SI akan memiliki pembahasan tertulis di akun SIA masing-masing yang bisa kita unduh.
Kiranya begitulah poin penting pengalaman saya selama belajar di kelas Ronin NF. Ingatlah bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil dan hasil terbaik akan didapat ketika kita sudah berusaha maksimal, kita bertawakkal, dan kita bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah. Apa pun itu, syukuri dan teruslah benahi diri.
*Uraian di atas adalah review dan testimoni semata, tidak ada paksaan atau permintaan dari pihak mana pun untuk mengulas topik ini. Saya hanya ingin berbagi pengalaman dan semoga bisa bermanfaat bagi teman pembaca semua.
