Senin, 09 Juli 2018

Pengalaman Ikut MEDSPIN 2016



Hi, saya ingin berbagi pengalaman ketika saya di madrasah dulu.

    MEDSPIN adalah lomba kedokteran berstandar Internasional tingkat SMA/sederajat yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga . Lomba tersebut menguji kemampuan peserta dalam mapel MaFiKiB+pengetahuan kedokteran dasar. Lomba ini adalah lomba tim yang setiap tim terdiri dari tiga siswa. Karena saya sangat berminat dengan jurusan Kedokteran umum, saya sangat ingin mengikuti lomba MEDSPIN ini. Tahun 2016, saat itu saya  adalah siswa kelas akhir semester satu yang seharusnya tidak lagi diperbolehkan mengikuti lomba (dianjurkan fokus pada ujian nasional). Akan tetapi, mengetahui minat saya di bidang kedokteran, guru pembimbing saya mengizinkan kami (saya dan dua teman) untuk mengikuti lomba ini.

    Akhirnya, setelah mempertimbangkan beberapa hal, kami memilih regional Surakarta sebagai daerah seleksi. Ada puluhan kota yang menjadi regional seleksi dan karena kami berada di Jawa Tengah, kami memilih Surakarta sebagai alternatif pilihan dibandingkan Semarang. Tim kami terdiri dari anak olimpiade yang berbeda bidang, saya sendiri bidang Biologi, dua teman saya yang lain adalah anak olimpiade bidang Fisika dan Kimia. Kami memilih regional Surakarta karena sebagai anak olimpiade, kami mengetahui di regional Semarang ada dua sekolah pesaing berat kami yang kemungkinan besar mengambil regional Semarang. Akan tetapi, ternyata sesampainya di lokasi ujian kami melihat satu sekolah pesaing berat kami dari Semarang yang justru memilih regional Surakarta. Tak tanggung-tanggung, sekolah yang kami maksud mengirimkan sekitar tujuh tim.

    Dengan persiapan seadanya dan tekad yang kuat untuk berhasil lolos tahap seleksi regional, kami pun berusaha mengerjakan soal-soal sebaik mungkin. Kami sudah menyusun strategi untuk membagi soal sesuai bidang kami. Saya mendapat jatah bidang Biologi dan Kedokteran dasar. Sebelumnya, panitia lomba sudah meng-upload silabus soal yang akan dikeluarkan. Kami sudah mempelajari beberapa materi dari silabus dan menurut saya yang benar-benar baru adalah materi kedokteran dasar. Sebisa mungkin saya mempelajari materi tersebut dan mencoba latihan soal dari soal medspin sebelumnya. Ternyata, di soal medspin 2016 tidak ada soal analisa penyakit seperti soal tahun sebelumnya. Ini membuat saya cukup kewalahan dan tidak maksimal dalam mengerjakan soal.

    Selesai mengerjakan soal, tak butuh waktu lama, sekitar satu jam (atau lebih) pengumuman dikeluarkan oleh panitia di tempat. Peringkat tim kami berada di urutan ke-9 dari puluhan tim lainnya. Itu cukup membuat kami sedih karena hanya dua tim yang berhak mewakili tiap regional. Akan tetapi, kami juga senang bisa memiliki kesempatan mengikuti medspin 2016. Setidaknya kami sudah berusaha di tengah-tengah kesibukan kami untuk mempersiapkan ujian semester. Pulang dengan tangan hampa tak membuat guru kami bersedih, mereka justru mendukung semangat kami yang antusias untuk mengikuti lomba.

    Selang beberapa hari, guru pembimbing kami ditelepon oleh pihak panitia. Hal sangat mengejutkan, panitia memberitahu bahwa regional kami termasuk dalam regional dengan nilai capai tertinggi nasional. Itu membuka peluang kami untuk maju di tahap selanjutnya, panitia akan menghubungi lebih lanjut jika pengumuman resmi penambahan tim telah dikeluarkan. Tentu saja kami senang, harapan kami tumbuh dan semangat kami mulai menyala. Dua hari setelah telepon pertama, panitia kembali menghubungi guru kami dan menyatakan bahwa tim delapan besar regional Surakarta berhak melaju ke tahap nasional. Pengumuman yang sangat tidak kami harapkan mengingat tim kami ada di peringkat sembilan. Cukup sedih, tapi kami cukup tergelitik ketika mengingat delapan besar dan kami peringkat sembilan. Terlebih juga selisih poin tim kami dengan tim peringkat delapan hanyalah SATU POIN saja. SATU POIN, pemirsa. Itu adalah apa yang kami sebut "nyeseknya tu di sini". T_T

(^ -- ^)//
Well, itulah pengalaman saya mengikuti medspin 2016. Semoga dapat memberi sedikit manfaat untuk para pembaca dan terima kasih sudah berkunjung.





Minggu, 13 Mei 2018

Pengalaman Menjadi Siswa Ronin Nurul Fikri


Apa itu Ronin?
    Ronin adalah kelas alumni di lembaga bimbel Nurul Fikri. Di Nurul Fikri tersedia kelas khusus untuk siswa alumni yang ingin mengejar materi selama satu tahun (bisa kurang dari itu). Ada dua jenis kelas Ronin, yaitu Ronin IPA dan Ronin IPS.

Nah, saya akan membahas khusus Ronin IPA. Untuk ceritanya, langsung saja simak uraian di bawah ini.

    Awal masuk di kelas Ronin IPA hanya ada lima orang siswa saja, tapi seiring berjalannya waktu teman-teman baru berdatangan. Sebagian besar dari kami memiliki kasus yang tidak jauh berbeda, yaitu kurang siap secara materi dan latihan soal untuk menghadapi SBMPTN. Perlahan tapi pasti, tentor di NF (Nurul Fikri) mulai mengajari kami materi secara mendetail dan cara-cara praktis memecahkan soal SBMPTN yang awalnya terlihat sulit bagi saya secara pribadi. Banyak materi yang baru saya benar-benar kuasai setelah belajar di NF, para tentor juga memiliki pengetahuan ter-update mengenai materi pembelajaran yang tidak saya dapatkan di sekolah dulu, dan juga ada beberapa miskonsepsi materi saat sekolah dulu yang akhirnya dikoreksi di NF. Setiap harinya, setelah penyampaian materi kami disuguhkan Tes Harian. TH adalah latihan soal-soal masuk PTN baik itu tipe soal ujian mandiri maupun SBMPTN, terkadang juga ada soal buatan pihak NF yang terkesan "baru" dan sangat informatif. Selain TH, ada pula buku modul dari NF yang berisi ringkasan materi dan juga soal-soal latihan. Kita tidak perlu khawatir kekurangan latihan soal karena masih ada buku Problem Set (PS) yang berisi full soal-soal dari berbagai tipe soal masuk PTN. Baik modul maupun PS hanya berisi soal saja, PS memuat kunci jawaban tetapi keduanya tidak memuat pembahasan soal. Mengapa demikian? Pembahasan soal hanya bisa kita dapatkan ketika kita mau berkonsultasi dengan tentor. Hikmah yang saya dapatkan adalah kita harus berusaha lebih dan semua ilmu yang berharga pasti tidak didapat secara instan. NF mengajarkan kita untuk mandiri dan peka terhadap apa yang kita butuhkan. Untuk konsultasi dengan tentor kita perlu mengatur jadwal konsul dan "memesan"-nya lewat staff NF. Konsultasi ini gratis dan menurut saya benar-benar bermanfaat karena kita bisa belajar lebih intens dengan tentor. Kita bebas bertanya apa pun, apakah itu soal PS, modul, soal dari buku lain, materi di kelas yang belum paham, atau soal-soal lainnya. Saya pribadi sangat merasa terbantu dengan adanya konsul terjadwal ini. Berkat konsul ini pula nilai saya bisa naik saat tryout dan saya lebih mudah mengerjakan soal karena sering berlatih dan mengetahui konsep dasarnya.

    Hal lain yang berkesan bagi saya saat belajar di NF adalah sistem penilaian tryout yang menggunakan sistem nilai nasional. Apa itu nilai nasional? Nilai nasional (NN)  adalah konversi nilai dari banyaknya soal yang kita jawab saat tryout dikali dengan bobot soal tiap masing-masing soal (Tpa, matdas, bahasa, tkd saintek/soshum). Sistem ini sudah lama dipakai NF dan sistem ini pula yang sesungguhnya digunakan di SBMPTN (bahkan sejak zaman UMPTN, SPMB, atau sebelum SBMTPN), BUKAN Passing Grade. Dari mana saya tahu hal demikian? Silakan googling mengenai penilaian yang digunakan SBMPTN dan tesis Dr. S Toemin (termasuk panitia UMPTN kala itu). Karena terbiasa menggunakan sistem nilai nasional, saya cukup tidak terkejut saat sistem penilaian SBMPTN 2018 menggunakan sistem baru yang menilai dari segi bobot soal dan bukan lagi sistem minus. Terlebih, nilai nasional tiap siswa NF selalu di-ranking secara nasional (se-NF di seluruh Indonesia) sehingga kita tahu seberapa besar peluang kita untuk masuk di jurusan impian kita dengan mengetahui nilai nasional kita dan jumlah peminatnya (skala siswa NF se-Indondesia). Bagaimana caranya mengetahui NN kita? Setiap siswa NF akan memiliki akun SIA yang akan mencatat setiap nilai tryout kita, menyajikannya dengan grafik, dan menampilkan lulus tidaknya kita pada pilihan jurusan kita saat tryout. Selain itu, akun SIA juga berguna saat kita akan melakukan tryout online di NF saat program intensif.

    Terlepas dari sistem penilaiannya, NF juga beberapa kali memunculkan variasi soal yang "baru" namun tetap standar SBMPTN di tryout. Latihan soal di PS juga sangat variatif, bahkan saya dapat mengerjakan soal yang benar-benar konsepnya mirip seperti salah satu soal di PS saat SBMPTN tahun ini, dan saya rasa materi itu tidak pernah ada di SMA atau pernah keluar di tryout dari luar NF.

    Hal lain yang juga mengesankan saya saat belajar di NF adalah adanya kelas BIP (Bimbingan Info Pendidikan). Ini bukanlah BK di NF tapi lebih ke arah pemberian informasi seputar SBMPTN dan ujian masuk PTN lainnya. Materi BIP juga tidak semata-mata tentang info ujian, di dalam BIP ada pula materi-materi relijius yang bisa menambah semangat kita untuk belajar dan penyaranan jurusan berdasarkan MBPJ (Matriks Bantu Pemilihan Jurusan). Hanya di NF yang menyediakan kelas BIP ini.

    Menjelang SBMPTN tiba, ada program Super Intensif (SI) yang akan mencampurkan siswa Ronin dengan siswa kelas PPLS (Siswa SMA). Pencampuran ini berguna untuk mengukur kemampuan kita (Ronin) dalam skala yang lebih besar. Jadwal SI sangatlah padat dan variasi soalnya semakin banyak. Kita juga akan mendapat buku PS baru saat menjalani SI. Bedanya, PS dan Tryout SI akan memiliki pembahasan tertulis di akun SIA masing-masing yang bisa kita unduh.

    Kiranya begitulah poin penting pengalaman saya selama belajar di kelas Ronin NF. Ingatlah bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil dan hasil terbaik akan didapat ketika kita sudah berusaha maksimal, kita bertawakkal, dan kita bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah. Apa pun itu, syukuri dan teruslah benahi diri.

*Uraian di atas adalah review dan testimoni semata, tidak ada paksaan atau permintaan dari pihak mana pun untuk mengulas topik ini. Saya hanya ingin berbagi pengalaman dan semoga bisa bermanfaat bagi teman pembaca semua.